Aktivitas PETI di Inhu Kembali Tumbuh Bagaikan Jamur

RENGAT (Sapa Inhu) – Aktivitas PETI di Inhu Kembali Tumbuh Bagaikan Jamur. Jajaran Sat Reskrim Polres Indragiri Hulu melakukan sebuah penangkapan yang terdapat tiga orang pelaku PETI (Penambangan Emas Tanpa Izin) yang beroperasi di sekitara area wilayah Kecamatan Peranap dari beberapa waktu yang lalu, pelaku aktivitas ilegal ini sempat membuat para tersebut ketar ketir.

Aktivitas dari seluruh tambang yang berada di dekat aliran Sungai Indragiri, bermulai dari sekitaran wilayah Kecamatan Batang Peranap, Kelayang, dan sampai Rakit akulim yang sontak berhenti nya beroperasi.

Aktivitas PETI di Inhu Kembali Tumbuh Bagaikan Jamur. Hal itu ternyata, hanyalah bersifatkan sementara. dan Ketika hendak pada situasi yang dianggap aman, praktek dari pertambangan emas ilegal tersebut terjadi kembali lagi maraknya, dan tumbuh terus subur bagaikan jamur pada musim hujan. Pelaku PETI dari Penangkapan terdapa tiga orang (Penambangan Emas Tanpa Izin) ini yang hendak beroperasi di wilayah sekitaran Kecamatan Peranap oleh jajaran Sat Reskrim Polres Indragiri Hulu, Riau, beberapa waktu, Sempat membuat para pelaku aktivitas ilegal tersebut ketar ketir.

Baca Juga : Ungkap DPC Granat Inhu, Peredaran Gelap Narkoba

Jajaran Satreskrim Polres InhuPara pelaku illegal mining itu, kembali menunjukan taring, seakan menganggap upaya penertiban yang dilakukan, bagaikan sebuah aksi gertak sambal belaka.

Mirisnya lagi, berdasarkan penelusuran yang dilakukan di empat kecamatan tersebut pada, Tepat pada Senin (17/10/2022), terpantau banyaknya ratusan penambang ilegal yang beramai gentayangan di atas permukaan sungai Indragiri. Diantaranya, di Desa Semelinang Tebing, Setako Raya, Lubuk Sitarak, Desa Dusun Tuo Ulu, dan Batu Sawar.

Diantaranya, pada Desa Batu Sawar, Semelinang Tebing, Lubuk Sitarak, Setako Raya, dan Desa Dusun Tuo Ulu.

Baca Juga : Baku Mutu Limbah PT SJML Dibuang ke Sungai Inhu

Para pelaku dalam menjalankan aksinya, menggunakan bocay atau pompong dimodifikasi yang telah dilengkapi mesin sedot. Pasir dan pentol emas untuk memisahkan antara keduanya yang disedot dari dasar sungai, air raksa dan karpet FGM (Fine Gold Mat) yang diduga kuat itu penggunaan dari pelaku.

Pada salah seorang perangkat desa di Kecamatan Kelayang saat dikonfirmasi petugas, dia menanggapi hal tersebut, serta mengaku sudah sangatlah resah dan geram atas upaya dari aktivitas PETI tersebut.

“Selain membuat sungai tercemar yang menjadi salah satu sumber air warga, aktivitas ilegal dari tambang emas ini, kami sebagai masyarakat sudah merasakan sangat meresahkan dan merugikan. Penyebab utama dari Praktek PETI ini juga tealah terjadi abrasi,” ujar kata dari perangkat desa itu, sambil menyertai sembari meminta identitas yang tidak dia sebutkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign Up for Our Newsletters

Get notified of the best deals on our WordPress themes.

You May Also Like

PKS Mitra Agung Swadaya Pabrik Kelapa Sawit Inhu Terbakar

RENGAT (Sapa Inhu) – PKS Mitra Agung Swadaya Pabrik Kelapa Sawit Inhu…

Kabid Dinas Pertanian Tersangka Korupsi Rp1,3 M

RENGAT (Sapa Inhu) – Kabid Dinas Pertanian Tersangka Korupsi Rp1,3 M. Yasma…

Kembali Dilanjutkannya Pembangunan Jalan Jalur Dua Air Molek

AIRMOLEK (Sapa Inhu) – Kembali Dilanjutkannya Pembangunan Jalan Jalur Dua Air Molek.…

Kinerja Yang Efektif Bantu Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi

RENGAT (Sapa Inhu) – Kinerja Yang Efektif Bantu Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi. Acara…