Akibat Cuaca Buruk, Kondisi Jalan Desa Rusak Berlumpur

RENGAT (Sapa Inhu) – Akibat Hujan Tinggi, Kondisi Jalan Desa Rusak Berlumpur. Intensitas hujan yang mengguyur membasahi wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan sekitarnya pada beberapa pekan ini, akibat dari buruknya cuaca di tiap daerah mengakibatkan sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan. Ruas jalan yang rusak ini bagaikan adonan dodol dikarenakan kondisi jalan masih berbentuk tanah merah, belum tersentuh pengerasan sama sekali dengan badan jalan yang di olah oleh instansi terkait.

Ruas jalan salah satu yang rusak ini terjadi di akses utama penghubung dari Desa Lahai Kemuning antara Desa Sanglap, Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Inhu. Akses yang dimiliki Pemerintah daerah (Pemda) Inhu ini setiap musim penghujan datang melanda jalan menjadi seperti kubangan sawah dan nyaris tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Akibat Hujan Tinggi, Kondisi Jalan Desa Rusak Berlumpur. Masyarakat pengguna jalan berharap adanya suatu perhatian serius dari para pemangku kebijakan terkait, baik itu dari eksekutif maupun legislatif.

Baca Juga :Truk Batu Bara ‘Malaikat Pencabut Nyawa’ di Lintas Rengat

Terkait hancurnya kondisi jalan dari penghubung kedua Desa tersebut dibenarkan oleh Ahmad Rois selaku Kades Lahai Kemuning. Menurut Kang Rois, ruas jalan pada setiap Musrenbang tingkat Kecamatan Batang ini selalu dibahas dan jadi salah satu skala prioritas. Namun dari tahun ke tahun, skala prioritas itu tidaklah sempat kunjung direalisasikan oleh Pemda Inhu melalui Dinas PUPR.

“Capek sudah kami, seperti frustasi tiap tahun merengek rengek, mengeluhkan kepada mereka (Dinas PUPR – Red) untuk meminta diperhatikan jalan kami ini. Akan tetapi Musrenbang tidak ada hasilnya,” ucap Rois, Senin malam (12/9/2022) melalui via sellulernya.

Senada juga disampaikan oleh Kades Sanglap, Samahdi. Menurutnya, akses jalan utama menuju Desanya ini kondisinya sangatlah memprihatinkan. Disebabkan, jangankan dilalui kendaraan roda empat, kendaraan roda dua pun sulit untuk melintas melalui karena penuh lumpur dibeberapa titik lokasi ini.

Baca Juga : Tujuh Tersangka Timbun Solar Bersubsidi Inhu Diringkus

Pihaknya sebagai Pemerintah Desa dan masyarakat sekitar sudah bersatu padu dalam upaya untuk melakukan perawatan jalan melalui penggalian dana secara swadaya. Penggalian swadaya ini, khususnya bagi para pelaku usaha buah kelapa sawit dan para petani kebun kelapa sawit yang berada disekitar lokasi jalan tersebut.

Hasilnya, kemudian dibelikan batu kerokos yang diserak kurang lebih 8 Kilo Meter (KM) dari areea Batas Desa Lahai Kemuning, Sipang (Motah) sampai menuju Desa Sanglap. Pelaksanaan itu sudah dilakukan upaya perawat jalan secara swadaya, akan tetapi, karena terbenturnya kekuatan biaya swadaya ini tentu hasilnya pun masih kurang maksimal, terang kata Mahdi, berbeda dengan gelontoran dana dari Pemerintah itu berbanding terbalik.

Namanya juga ya petani dan masyarakat, dana hanya jutaan rupiah saja, berbeda jauh dengan dana Pemerintah yang ratusan hingga Milyaran rupiah. Jadi kami memohon perhatian dan simpatinya Dinas PUPR dalam memikirkan nasib masyarakat yang terletak diwilayah terujung Kabupaten Indragiri Hulu ini,” kata Mahdi.

Jalan ini merupakan urat nadi perekonomian bagi masyarakat sekitar ini. Dengan hancurnya akses transportasi utama, maka otomotis perekonomian masyarakat semakin sangat sulit dan terjepit. Mengapa demikian, kata Kades, Karena ekonomi masyarakat Desa ini hanya menggantungkan hidupnya dengan hasil bercocok tanam dari hasil pertanian serta perkebunan mereka. Namun, kalau kondisi jalan yang tidak memadai, mereka kesulitan dalam menjual hasil perkebunan keluar dari Desa dan ke Pabrik yang terdekat.

“Pokoknya kami harus susah payah untuk mendapatkan kebutuhan pokok sehari hari dikarenakan hasil kebun sangat sulit dijual dan dijadikan sebgai uang,” keluhan Kades.

Disaat ini juga harga sembako serta kebutuhan pokok pada Desanya mengalami lompatan yang cukup siknifikan. Salah satu dari kebutuhan masyarakat yang melonjak tajam seperti berjenis Bahan Bakar Minyak (BBM). Diterang untuk harga BBM jenis pertalite di SPBU Rp 10.000, 00/ liternya. Sedangkan pada Desanya eceran pertalite sudah mencapai Rp 20.000,00/liter. “terangnya.

“Mahalnya Pertalite ini jelas tidak terlepas dari beberapa faktor akses jalan yang sangatsulit dilewati. Sehingga dengan tingginya harga pertalite yang terdapat di Desa kami, semua kebutuhan pokok lainnya juga jadi ikut meroket,” ucap Samahdi.

Selain butuh adanya perhatian yang sangat serius dan simpati dari Pemerintah, masyarakat juga menyoroti kinerja dari para wakil rakyat ini, yaitu DPRD Kabupaten Inhu dapil 2, terkhusus yang berdomisili di Kecamatan Batang Cenaku ikut dalam memperhatikan nasib akses jalan menuju Desa Sanglap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign Up for Our Newsletters

Get notified of the best deals on our WordPress themes.

You May Also Like

PKS Mitra Agung Swadaya Pabrik Kelapa Sawit Inhu Terbakar

RENGAT (Sapa Inhu) – PKS Mitra Agung Swadaya Pabrik Kelapa Sawit Inhu…

Kabid Dinas Pertanian Tersangka Korupsi Rp1,3 M

RENGAT (Sapa Inhu) – Kabid Dinas Pertanian Tersangka Korupsi Rp1,3 M. Yasma…

Kembali Dilanjutkannya Pembangunan Jalan Jalur Dua Air Molek

AIRMOLEK (Sapa Inhu) – Kembali Dilanjutkannya Pembangunan Jalan Jalur Dua Air Molek.…

Kinerja Yang Efektif Bantu Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi

RENGAT (Sapa Inhu) – Kinerja Yang Efektif Bantu Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi. Acara…